Tanam Gigi
Toggle Bar
Home

>

Articles

>

Perawatan Gigi Lainnya

>

Anestesi Gigi untuk Implan, Apakah Sakit?

Anestesi Gigi untuk Implan, Apakah Sakit?


Implan gigi sering menjadi pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang. Namun, rasa sakit selama prosedur mungkin menjadi salah satu hal yang membuat beberapa orang khawatir. Untuk membantu mengurangi rasa sakit, dokter gigi dapat menggunakan anestesi gigi, salah satunya anestesi lokal gigi yang membuat area tindakan menjadi mati rasa sehingga prosedur implan dapat dilakukan dengan lebih nyaman.


Lalu, apa itu anestesi lokal untuk gigi dan bagaimana penggunaannya dalam prosedur implan gigi? Selain anestesi lokal, ada juga anestesi topikal gigi yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada area tertentu. Sebelum menjalani tindakan, ada beberapa kondisi yang juga perlu diperhatikan agar pemberian anestesi tetap aman. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Anestesi Lokal untuk Gigi?

Anestesi lokal gigi adalah metode yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit pada area tertentu selama prosedur perawatan gigi. Cara kerjanya dengan menghambat sementara penghantaran impuls saraf yang membawa sinyal nyeri ke otak. Dengan begitu, area yang akan ditangani menjadi mati rasa dan prosedur dapat dilakukan dengan lebih nyaman.


Mengutip National Library of Medicine (NCBI), obat anestesi bekerja dengan berikatan secara reversibel pada saluran natrium (sodium channels) di sel saraf. Hal ini mencegah impuls saraf diteruskan ke otak sehingga pasien tidak merasakan nyeri pada area yang telah diberikan anestesi. Dalam kedokteran gigi, anestesi lokal umumnya diberikan melalui teknik infiltrasi atau anestesi blok, tergantung pada lokasi dan jenis perawatan yang dilakukan.


Teknik infiltrasi adalah pemberian anestesi di dekat area gigi yang akan ditangani, sehingga obat bekerja pada saraf-saraf kecil di sekitar area tersebut. Sementara itu, anestesi blok diberikan di dekat saraf utama yang memasok sensasi pada area yang lebih luas, sehingga beberapa gigi dan jaringan di sekitarnya dapat menjadi mati rasa. Teknik anestesi yang dipilih akan disesuaikan dengan lokasi tindakan dan kebutuhan pasien. 

Anestesi Lokal untuk Implan Gigi

Apakah anestesi gigi untuk implan sakit? Saat anestesi lokal disuntikkan, Anda mungkin akan merasakan sedikit sensasi seperti ditusuk, tekanan, atau rasa tidak nyaman selama beberapa detik. Setelah anestesi mulai bekerja, area gigi dan gusi yang akan ditangani menjadi mati rasa sehingga kamu umumnya tidak merasakan nyeri selama prosedur implan. Meski begitu, kamu masih mungkin merasakan tekanan selama tindakan berlangsung.


Berikut ini gambaran prosedur anestesi gigi sebelum tindakan implan: 

1. Dokter menentukan area yang akan dianestesi

Dokter akan melihat lokasi gigi yang akan dipasang implan dan menentukan saraf yang perlu dibuat mati rasa.

2. Anestesi diberikan melalui suntikan

Obat anestesi disuntikkan di sekitar saraf yang memberikan sensasi pada area tersebut. Tujuannya untuk menghentikan sementara penghantaran sinyal nyeri.

3. Menunggu hingga area benar-benar mati rasa
Sebelum tindakan dimulai, dokter akan memastikan anestesi sudah bekerja dengan baik. Pasien mungkin masih merasakan tekanan atau gerakan, tetapi seharusnya tidak merasakan nyeri tajam selama prosedur.

4. Dokter melakukan prosedur pemasangan implan

Setelah area teranestesi, dokter akan membuat sayatan pada gusi untuk mengakses tulang rahang, kemudian menyiapkan ruang untuk memasukkan implan. Setelah implan ditempatkan, jaringan gusi akan direposisi untuk menutup area tindakan dan kemudian dijahit sesuai kebutuhan. 

5. Jenis dan teknik anestesi bisa berbeda

Pemilihan teknik anestesi bergantung pada lokasi implan. Misalnya, anestesi infiltrasi dapat digunakan pada area tertentu, sedangkan anestesi blok dapat dipilih untuk membuat area yang lebih luas menjadi mati rasa, terutama pada rahang bawah.

Kondisi yang Harus Diperhatikan Sebelum Anestesi

Sebelum mendapatkan anestesi lokal, dokter perlu mengetahui kondisi kesehatan dan riwayat medis pasien. Hal ini penting karena kondisi tertentu dapat memengaruhi pilihan jenis anestesi, dosis, maupun cara pemberiannya. Mengutip sumber yang sama dari National Library of Medicine (NCBI), beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian antara lain: 

1. Gangguan fungsi hati atau ginjal 

Hati dan ginjal berperan dalam proses metabolisme serta pembuangan obat dari tubuh. Jika fungsi keduanya terganggu, obat anestesi dapat diproses lebih lambat. Oleh karena itu, dokter mungkin perlu menyesuaikan atau menurunkan dosis anestesi untuk mengurangi risiko efek yang tidak diinginkan. 

2. Penyakit jantung atau pembuluh darah 

Beberapa obat anestesi lokal mengandung adrenalin (epinefrin) untuk membantu memperpanjang efek anestesi. Pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, penggunaannya perlu lebih diperhatikan karena dosis yang tinggi atau masuknya obat langsung ke pembuluh darah dapat memengaruhi tekanan darah dan denyut jantung. Dokter akan mempertimbangkan dosis dan teknik pemberian yang sesuai dengan kondisi pasien. 

3. Usia lanjut 

Pada lansia, fungsi hati dan ginjal dapat mengalami penurunan sehingga tubuh mungkin memproses obat lebih lambat. Selain itu, penyakit kardiovaskular juga lebih umum ditemukan pada kelompok usia ini. Oleh karena itu, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan dosis anestesi yang lebih rendah serta membatasi penggunaan adrenalin jika diperlukan. 

4. Kehamilan 

Anestesi lokal dapat melewati plasenta sehingga penggunaannya pada ibu hamil perlu mempertimbangkan kondisi ibu dan janin. Lidokain termasuk anestesi lokal yang relatif aman digunakan dalam kehamilan, tetapi dokter tetap perlu menimbang manfaat dan risikonya sebelum memberikan anestesi. Perawatan gigi yang bersifat elektif umumnya dapat ditunda, terutama pada trimester pertama dan ketiga, sesuai pertimbangan dokter. 

5. Riwayat penyakit atau kondisi medis lainnya 

Selain kondisi di atas, dokter perlu mengetahui seluruh riwayat kesehatan dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi sebelum memberikan anestesi. Informasi ini membantu dokter menentukan jenis, dosis, dan teknik anestesi yang paling sesuai sekaligus meminimalkan risiko komplikasi. 

Pada dasarnya, anestesi gigi dapat membantu prosedur implan lebih nyaman dengan mengurangi rasa nyeri selama tindakan. Meski umumnya aman, dokter tetap perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, riwayat penyakit, serta obat yang sedang dikonsumsi sebelum menentukan jenis dan dosis anestesi lokal gigi yang sesuai. 

Jika Anda sedang berencana menjalani implan gigi, jangan ragu untuk menyampaikan kondisi kesehatan secara lengkap kepada dokter agar prosedur dapat dilakukan dengan aman dan nyaman. 

Jika Anda tertarik untuk perawatan implan gigi di Tanam, Anda bisa kunjungi Instagram Tanam@tanamgigi, atau datang langsung ke klinik Tanam Gigi terdekat.

Rekomendasi Klinik Tanam Gigi Terdekat

Cari tahu daftar alamat klinik Tanam terdekat di sekitar Anda, jika ingin berkonsultasi mengenai solusi gigi ompong terbaik dengan dokter gigi spesialis implan terbaik!

Klinik Tanam Gigi Pakubuwono

Temukan dokter gigi implan terbaik di Jakarta hanya di Tanam Gigi, perawatan implan gigi termurah dengan kualitas terbaik.

Alamat: Jl. Pakubuwono VI-71 Blok E.1 RT. 11 RW. 2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Klinik Tanam Gigi Surabaya

Mencari rekomendasi untuk implan gigi di Surabaya? Tanam Gigi hadir dan siap sedia memberikan solusi permanen terbaik untuk kondisi gigi ompong.

Alamat: Jl. Indragiri No.48-A, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya

Klinik Tanam Gigi Bandung

Tanam Gigi juga hadir untuk memberikan perawatan ​​implan gigi murah di Bandung. Cek lokasinya berikut!

Alamat: Ruko Hyper Paskal Square B69 (Lantai 2), Jl. Pasir Kaliki No.25-27, Kb. Jeruk, Andir, Bandung 40181

Klinik Tanam Gigi Bali

Implan gigi terbaik di Bali dapat ditemukan di Tanam Gigi. Berikut lokasinya!

Alamat: Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361



Terakhir diperbarui : 03 September 2026

0 Comment

Comment
0 / 1000

Nama

Email

No Comments yet

Be the first to give a comment

Lokasi Klinik

clinic mobile banner
Pakubuwono

Jl. Pakubuwono VI-71 Blok E.1 RT. 11 RW. 2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Menteng

Jl. K.H. Wahid Hasyim No.47, Gondangdia, Jakarta Pusat

Kelapa Gading

Jl. Boulevard Barat Raya Kav. 64, blok LC 7, RT.13/RW.7, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara

PIK

Ruko Metro Gallery, Jl. Pantai Indah Utara 2 Blok.8 No. CE, Penjaringan, Jakarta Utara

Puri

Komplek Ruko Sentral Niaga Puri Indah, Jl. Puri Molek B1 Blok T6, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kembangan, Jakarta Barat 11610

Gading Serpong

Ruko Mendrisio, Jl. Boulevard iL Lago, BSD Raya Utama No.26 & 27, Serpong, Banten 15332

Surabaya

Jl. Indragiri No.48-A, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya

Bandung

Paskal Hyper Square, Jl. Pasir Kaliki No.25-27 Blok A-38, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung

Bali

Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361