Gigi palsu lepasan menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan untuk mengganti gigi ompong. Namun, tak jarang penggunanya merasa tidak nyaman karena gigi palsu terlalu ketat. Umumnya ini terjadi di awal pemakaian, saat penggunanya sedang beradaptasi dengan benda asing yang dipakai di mulut.
Jika hal ini terjadi dalam waktu berkepanjangan tanpa perhatian khusus, kesehatan gigi dan gusi dapat bermasalah. Karena itu, Anda perlu memperhatikan penggunaan gigi palsu yang terlalu ketat agar pemakaiannya bisa lebih pas dan terasa nyaman.
Penyebab Gigi Palsu Terlalu Ketat

1. Cetakan Kurang Presisi
Cetakan gigi yang kurang akurat dapat membuat gigi palsu tidak sesuai dengan bentuk gusi dan rahang. Akibatnya, gigi palsu terasa terlalu ketat atau menekan jaringan mulut saat digunakan.
2. Perubahan Anatomi Mulut
Seiring waktu, kehilangan gigi dapat berdampak pada perubahan bentuk gusi dan tulang rahang (menciut). Perubahan ini dapat membuat gigi palsu yang sebelumnya nyaman menjadi terasa lebih ketat atau tidak pas.
3. Proses Adaptasi
Saat pertama kali menggunakan gigi palsu, mulut membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan benda asing tersebut. Selama proses ini, Anda mungkin merasakan tekanan atau ketidaknyamanan. Namun, jika terasa sangat ketat, nyeri, atau menimbulkan luka, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi.
Rasa Tidak Nyaman yang Perlu Diwaspadai
Ketika gigi palsu terlalu ketat dan menekan gusi, tentu saja akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Dengan mengenali keluhan yang dirasakan, dokter gigi dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat. Berikut rasa tidak nyaman yang mungkin muncul ketika gigi palsu terlalu ketat:
1. Tekanan seperti mencengkram gusi
Gigi palsu terasa terlalu erat menempel pada gusi sehingga menimbulkan tekanan saat digunakan.
2. Nyeri atau perih pada gusi
Tekanan berlebih dari gigi palsu dapat membuat gusi terasa sakit, perih atau sensitif, terutama saat makan.
3. Tanda kemerahan atau bekas tekanan
Gusi tampak kemerahan atau menunjukkan bekas tekanan setelah gigi palsu dilepas akibat gesekan atau tekanan berlebih.
4. Sensasi tajam seperti menusuk
Bagian tertentu dari gigi palsu terasa menusuk atau menggesek gusi sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
5. Kesulitan melepas gigi palsu
Gigi palsu terasa terlalu melekat atau sulit dilepas karena ukurannya kurang sesuai dengan bentuk gusi dan rahang.
6. Pendarahan ringan
Gusi dapat mengalami luka akibat gesekan atau tekanan berlebih dari gigi palsu, sehingga muncul perdarahan ringan.
Penanganan Saat Gigi Palsu Terlalu Ketat
Jangan biarkan rasa tidak nyaman saat menggunakan gigi palsu. Ketika Anda mengalami masalah gigi palsu terlalu ketat, ada hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas pemakaiannya.
1. Lepas gigi palsu ketika terasa sakit
Jika gigi palsu menimbulkan nyeri atau menekan gusi secara berlebihan, lepaskan untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan dan mencegah iritasi lebih lanjut pada bagian gusi.
2. Konsultasi ke dokter
Pastikan untuk tidak melakukan tindakan sendiri saat timbul rasa tidak nyaman selama menggunakan gigi palsu lepasan. Kunjungi dokter untuk memeriksa kondisi gusi dan kesesuaian gigi palsu. Jika diperlukan, dokter akan melakukan penyesuaian atau memberikan perawatan yang aman.
3. Buat gigi palsu baru jika diperlukan
Jika gigi palsu sudah tidak sesuai dengan bentuk gusi dan rahang, dokter dapat menyarankan pembuatan gigi palsu baru dengan cetakan yang lebih akurat. Meski terkesan sepele untuk dilakukan sendiri, hindari mengubah atau mengikis bentuk gigi palsu sendiri agar terasa lebih nyaman.
Tindakan yang dilakukan untuk mengubah bentuk gigi palsu harus dilakukan dengan prosedur yang tepat. Jika dilakukan tanpa pengalaman, hal ini malah berisiko merusak gigi palsu dan membuatnya semakin tidak pas. Sebaiknya, serahkan penyesuaian gigi palsu kepada dokter gigi agar kenyamanan dan fungsinya tetap terjaga.
Solusi Alternatif Gigi Palsu Lepasan
Jika Anda sudah merasa tidak nyaman dengan gigi palsu lepasan, implan gigi dapat menjadi salah satu alternatif. Karena ditanamkan ke tulang rahang, implan gigi bersifat permanen, serta mengganti akar gigi yang hilang. Dengan begitu, Anda dapat beraktivitas dengan lebih nyaman selayaknya gigi asli, mengurangi risiko iritasi gusi dari tekanan berlebih.
Implan gigi kini juga bisa mengganti satu, beberapa hingga seluruh gigi yang hilang. Untuk kasus ompong semua, Anda dapat menggunakan Tanam Serahang, yaitu solusi pemasangan 4 implan* untuk menopang crown seluruh gigi. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengganti ompong semua tanpa harus menggunakan lem gigi palsu. Untuk tau informasi lebih lanjut, segera book konsultasi di Tanam via WhatsApp!
0 Comment
No Comments yet
Be the first to give a comment
Mungkin Anda Suka
Lokasi Klinik
Jl. Pakubuwono VI-71 Blok E.1 RT. 11 RW. 2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jl. K.H. Wahid Hasyim No.47, Gondangdia, Jakarta Pusat
Jl. Boulevard Barat Raya Kav. 64, blok LC 7, RT.13/RW.7, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara
Ruko Metro Gallery, Jl. Pantai Indah Utara 2 Blok.8 No. CE, Penjaringan, Jakarta Utara
Komplek Ruko Sentral Niaga Puri Indah, Jl. Puri Molek B1 Blok T6, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ruko Mendrisio, Jl. Boulevard iL Lago, BSD Raya Utama No.26 & 27, Serpong, Banten 15332
Jl. Indragiri No.48-A, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya
Paskal Hyper Square, Jl. Pasir Kaliki No.25-27 Blok A-38, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung
Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361