Pemasangan implan gigi menjadi solusi untuk mengatasi gigi ompong yang lebih kuat, stabil, dan tahan lama dibandingkan dengan gigi palsu lepasan. Agar fungsi gigi palsu permanen (implan gigi) tetap awet dan tidak mudah rusak, gigi palsu permanen memerlukan perawatan yang baik dan kebiasaan yang tepat.
Agar dapat terpasang secara permanen, periode perawatan implan gigi bagi setiap orang akan berbeda-beda. Selain itu, penting untuk menghindari beberapa pantangan setelah pasang gigi palsu permanen untuk mencegah sekrup implan goyang, lepas, hingga risiko infeksi. Mari simak informasi lengkapnya di artikel berikut!
Pantangan Setelah Pasang Gigi Palsu Permanen

Setelah gigi palsu permanen ditanamkan ke tulang rahang, sekrup implan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan menyatu dengan tulang agar posisinya stabil. Berikut ini perawatan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi kesehatan gigi optimal setelah pasang gigi palsu permanen.
1. Merokok setelah pasang implan
Merokok setelah pemasangan implan gigi sebaiknya dihindari karena dapat menghambat proses penyembuhan jaringan dan mengurangi aliran darah ke area implan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi hingga kegagalan implan menyatu dengan tulang rahang.
2. Mengabaikan kebersihan mulut
Walaupun menggunakan gigi palsu permanen, kebersihan mulut tetap harus dijaga dengan baik. Penumpukan plak dan sisa makanan di sekitar implan dapat menyebabkan radang gusi, bau mulut, hingga infeksi pada area pemasangan.
3. Menyentuh area implan
Setelah prosedur pemasangan, hindari terlalu sering menyentuh area implan menggunakan lidah atau jari tangan. Kebiasaan ini dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko masuknya bakteri ke area operasi.
4. Menggunakan sedotan atau tusuk gigi
Penggunaan sedotan setelah tindakan implan dapat menimbulkan tekanan pada area mulut yang masih dalam masa pemulihan. Sementara itu, penggunaan tusuk gigi juga terlalu keras sehingga berisiko melukai gusi di sekitar implan dan menyebabkan iritasi.
5. Terkena benda yang terlalu panas atau dingin
Pada masa awal pemulihan, area gigi dan gusi bisa menjadi lebih sensitif. Karena itu, sebaiknya hindari beberapa pantangan makanan atau minuman yang terlalu panas maupun terlalu dingin agar tidak memicu rasa nyeri atau ngilu.
6. Olahraga berat
Aktivitas fisik yang terlalu berat setelah pemasangan implan juga sebaiknya dihindari setelah pasang gigi palsu permanen. Meski kelihatannya tidak berkaitan, olahraga terlalu berat dapat meningkatkan tekanan dan aliran darah pada area operasi.
Dalam kondisi tertentu yang mungkin tidak disadari, hal ini dapat berisiko menyebabkan perdarahan, bengkak, atau rasa tidak nyaman pada area implan. Sebaiknya, tunggu setidaknya seminggu atau sesuai anjuran dokter sebelum kembali beraktivitas berat.
7. Menggunakan sikat gigi abrasif
Sikat gigi dengan bulu terlalu keras dapat melukai jaringan gusi di sekitar implan. Sebaiknya gunakan sikat gigi berbulu lembut agar area implan tetap bersih tanpa menyebabkan iritasi.
8. Kumur berlebihan
Berkumur terlalu kuat atau terlalu sering setelah pemasangan implan dapat mengganggu proses penyembuhan pada area tindakan. Jika dokter menyarankan obat kumur tertentu, gunakan sesuai anjuran dan hindari berkumur secara berlebihan.
Apakah Gigi Palsu Permanen Bisa Rusak?
Meski dikenal kuat dan tahan lama, gigi palsu permanen tetap bisa rusak jika tidak dirawat dengan baik. Kerusakan pada gigi palsu permanen umumnya berupa crown implan retak, atau sekrup implan longgar dan lepas. Risiko kerusakan dapat meningkat jika pasien memiliki kebiasaan seperti mengunyah makanan keras, merokok, kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, atau sering menggertakkan gigi.
Selain itu, penumpukan plak dan bakteri di sekitar implan juga dapat menyebabkan infeksi gusi atau peri-implantitis. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memengaruhi kekuatan implan yang tertanam di tulang rahang. Bila Anda mengalami salah satu dari masalah di atas, segera periksa ke dokter gigi untuk dilakukan penanganan yang tepat.
Pemasangan Gigi Palsu Permanen di Tanam
Tanam merupakan Dental Implant Center di Indonesia yang menerapkan metode digital. Dengan menggunakan teknologi implan terkini seperti CBCT (3D x-ray), 3D dental scan, dan Implant Aligner (surgical-guide), pemasangan implan gigi di Tanam menjadi minim bedah* dan lebih cepat.
Setiap perawatan juga direncanakan secara personal sesuai kondisi tulang rahang dan kebutuhan pasien. Mulai dari pemeriksaan awal, perencanaan posisi implan, hingga pemasangan crown dilakukan menggunakan pendekatan digital untuk membantu meningkatkan hasil yang lebih akurat.
Selain itu, pemasangan implan gigi di Tanam ditangani oleh tim dokter gigi spesialis dan premium material. Kombinasi ini membantu memberikan hasil implan gigi yang lebih kuat, nyaman digunakan, serta tampak natural seperti gigi asli. Segera hubungi Tanam via WhatsApp untuk mulai konsultasi dan temukan perawatan implan gigi yang tepat untuk Anda!
0 Comment
No Comments yet
Be the first to give a comment
Mungkin Anda Suka
Lokasi Klinik
Jl. Pakubuwono VI-71 Blok E.1 RT. 11 RW. 2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jl. K.H. Wahid Hasyim No.47, Gondangdia, Jakarta Pusat
Jl. Boulevard Barat Raya Kav. 64, blok LC 7, RT.13/RW.7, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara
Ruko Metro Gallery, Jl. Pantai Indah Utara 2 Blok.8 No. CE, Penjaringan, Jakarta Utara
Komplek Ruko Sentral Niaga Puri Indah, Jl. Puri Molek B1 Blok T6, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ruko Mendrisio, Jl. Boulevard iL Lago, BSD Raya Utama No.26 & 27, Serpong, Banten 15332
Jl. Indragiri No.48-A, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya
Paskal Hyper Square, Jl. Pasir Kaliki No.25-27 Blok A-38, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung
Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361