Tindakan pencabutan gigi geraham umumnya dilakukan ketika seseorang memiliki gigi rusak yang sudah tidak dapat diobati. Pencabutan gigi geraham bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi dan komplikasi yang diakibatkan gigi rusak parah baik karena gigi berlubang besar, gigi geraham patah setengah, gigi busuk atau impaksi.
Peran Gigi Geraham Bawah pada Kesehatan Mulut
Apakah Anda menyadari, jumlah gigi geraham memiliki jumlah terbanyak di dalam mulut? Orang dewasa umumnya memiliki 12 gigi geraham yang terbagi di rahang atas dan rahang bawah, termasuk gigi bungsu.
Keberadaan gigi geraham sangat penting untuk kelancaran aktivitas dan kesehatan mulut. Secara umum, gigi geraham biasanya memiliki tiga fungsi utama di antaranya sebagai berikut:
1. Mengunyah dan Menghancurkan Makanan
Gigi geraham merupakan gigi utama yang berfungsi menghancurkan dan menghaluskan makanan. Permukaannya yang lebar dan datar dirancang khusus untuk menggiling makanan yang keras maupun berserat sehingga lebih mudah ditelan.
2. Menjaga Struktur Wajah dan Tulang Rahang
Gigi geraham juga berperan dalam menopang otot wajah dan menjaga kepadatan tulang rahang. Selama akar gigi masih ada, tulang rahang akan terus menerima rangsangan saat mengunyah sehingga volumenya tetap terjaga.
3. Mendukung Proses Pencernaan
Gigi geraham berperan penting dalam memastikan makanan telah dihancurkan dengan baik sebelum masuk ke lambung. Apabila makanan tidak dikunyah secara optimal, lambung harus bekerja lebih keras untuk mencernanya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Apa yang Terjadi Saat Gigi Geraham Dicabut?
Ketika gigi geraham bawah dicabut, lubang soket akan mengalami proses penyembuhan alami. Gumpalan darah akan membentuk jaringan baru yang melindungi tulang di area bawahnya. Namun ada pula efek cabut gigi geraham bawah, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Dalam jangka pendek, Anda mungkin akan mengalami rasa nyeri, bengkak dan pendarahan ringan 1-3 hari pasca cabut gigi geraham. Hal ini masih tergolong normal. Umumnya, rasa nyeri dan bengkak akan membaik dengan sendirinya.
Namun dalam beberapa kasus, komplikasi setelah cabut gigi dapat terjadi seperti:
- Nyeri hebat yang tak kunjung membaik
- Bengkak yang semakin parah
- Dry socket, yaitu kondisi ketika gumpalan darah tidak terbentuk sempurna dan menghambat proses penyembuhan
- Demam atau muncul tanda-tanda infeksi
Apabila Anda mengalami salah satu kondisi tersebut, segera konsultasikan kembali ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang tepat. Meskipun jaringan gusi akhirnya menutup, rongga mulut dan tulang rahang di area tersebut tetap mengalami perubahan.
Dampak Cabut Gigi Geraham Bawah

1. Gigi Ompong
Walaupun posisinya di belakang dan tidak terlalu keliatan, gigi geraham ompong dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Area kosong yang dibiarkan terlalu lama akan memicu gigi sebelah bergeser dan gigi atasnya turun karena tidak ada tumpuan. Akibatnya, susunan gigi menjadi berantakan dan memicu masalah gigi lainnya.
2. Fungsi Kunyah Menurun
Pada dasarnya, gigi geraham berfungsi untuk menghancurkan dan menghaluskan makanan sebelum ditelan. Ketika gigi geraham hilang satu ataupun lebih, otomatis kemampuan untuk mengunyah menurun, makanan sulit dihaluskan. Dalam jangka panjang ini dapat mengganggu sistem pencernaan.
3. Gangguan Sendi Rahang
Ketika gigi geraham bawah dicabut, beban kunyah berpindah pada gigi lainnya. Beban kunyah berlebih dan tidak seimbang, dapat meningkatkan risiko keausan gigi hingga gangguan pada sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ).
4. Tulang Rahang Menyusut
Saat gigi geraham dicabut, tulang rahang tidak lagi mendapatkan rangsangan dari akar gigi. Hal ini mempercepat proses penipisan tulang rahang, yang memengaruhi struktur wajah. Seiring waktu, kondisi ini dapat membuat pipi tampak lebih cekung dan wajah terlihat lebih tua. Maka dari itu, gigi ompong tidak boleh dibiarkan terlalu lama tanpa adanya gigi pengganti.
5. Sulit Berbicara
Tak jarang, kehilangan gigi membuat seseorang sulit mengartikulasikan kata dengan jelas. Apalagi kalau orang tersebut kehilangan gigi geraham cukup banyak.
Solusi Setelah Cabut Gigi Geraham Bawah
Setelah gigi geraham bawah dicabut, sebaiknya ruang kosong akibat gigi yang hilang tidak dibiarkan terlalu lama. Mengganti gigi yang hilang sejak dini dapat membantu mencegah berbagai komplikasi yang tidak diinginkan.
Secara umum, terdapat tiga pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang, yaitu:
- Gigi tiruan lepasan (gigi palsu), yang dapat dilepas dan dipasang kembali.
- Dental bridge, yaitu gigi tiruan yang ditopang oleh gigi di sebelahnya.
- Implan gigi, yaitu gigi tiruan yang ditanam pada tulang rahang untuk menggantikan akar gigi yang hilang.
Jika Anda menginginkan pengganti gigi yang paling mendekati fungsi gigi asli, implan gigi dapat menjadi pilihan. Berbeda dengan gigi palsu atau bridge yang hanya menggantikan mahkota gigi, implan juga menggantikan fungsi akar gigi karena ditanam langsung ke dalam tulang rahang.
Hal ini membuat implan lebih stabil dan kuat saat digunakan untuk mengunyah. Selain itu, adanya akar buatan membantu memberikan rangsangan pada tulang rahang ketika mengunyah, sehingga dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang dan mengurangi risiko penyusutan tulang rahang.
Dengan demikian, implan gigi tidak hanya mengembalikan penampilan akibat gigi yang hilang, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi mengunyah, menjaga kesehatan tulang rahang, serta meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Anda dapat melakukan pemasangan implan gigi di Tanam, Dental Implant Center terlengkap dan terbaik di Indonesia. Dengan menerapkan metode digital implant, Tanam memberikan perawatan implan gigi yang lebih nyaman dan cepat karena prosesnya minim bedah*.
Perawatan Anda juga akan ditangani oleh tim dokter gigi spesialis, sehingga penanganannya lebih terencana, aman, dan terpercaya. Segera book konsultasi via WhatsApp untuk cek kondisi gigimu!
0 Comment
No Comments yet
Be the first to give a comment
Mungkin Anda Suka
Lokasi Klinik
Jl. Pakubuwono VI-71 Blok E.1 RT. 11 RW. 2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jl. K.H. Wahid Hasyim No.47, Gondangdia, Jakarta Pusat
Jl. Boulevard Barat Raya Kav. 64, blok LC 7, RT.13/RW.7, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara
Ruko Metro Gallery, Jl. Pantai Indah Utara 2 Blok.8 No. CE, Penjaringan, Jakarta Utara
Komplek Ruko Sentral Niaga Puri Indah, Jl. Puri Molek B1 Blok T6, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ruko Mendrisio, Jl. Boulevard iL Lago, BSD Raya Utama No.26 & 27, Serpong, Banten 15332
Jl. Indragiri No.48-A, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya
Paskal Hyper Square, Jl. Pasir Kaliki No.25-27 Blok A-38, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung
Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361