Tanam GigiToggle Bar
Home

>

Articles

>

Perawatan Gigi Lainnya

>

Perawatan Saluran Akar Gigi: Efek Samping dan Penanganannya

Perawatan Saluran Akar Gigi: Efek Samping dan Penanganannya

Perawatan akar gigi diperlukan ketika seseorang mengalami infeksi pada jaringan dalam gigi (pulpa). Prosedur ini umumnya aman dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Namun, seperti perawatan medis lainnya, tetap ada beberapa risiko dan kemungkinan komplikasi yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani tindakan.


Risiko Perawatan Akar Gigi Berdasarkan Prosedur

Pada dasarnya terdapat berbagai macam perawatan saluran akar gigi berdasarkan kondisi pulpa, tingkat infeksi, dan usia pasien. Setiap prosedur memiliki tujuan serta risiko masing-masing. Berikut penjelasannya.


1. Risiko Root Canal Treatment

Perawatan saluran akar (PSA) atau root canal treatment adalah prosedur untuk mengangkat jaringan pulpa yang terinfeksi. Selain untuk menyembuhkan rasa sakit, perawatan saluran akar ini dilakukan agar pasien dapat mempertahankan gigi asli. Namun, terdapat efek samping yang mungkin timbul setelah melakukan perawatan ini:


- Nyeri atau gigi sensitif.

- Infeksi gigi berulang.
- Alergi ringan terhadap bahan irigasi atau obat saluran akar.

- Gigi menjadi lebih rapuh.


2.  Risiko Apikoektomi (Bedah Akar Gigi)

Apikoektomi adalah tindakan bedah untuk mengangkat ujung akar gigi yang terinfeksi beserta jaringan di sekitarnya. Prosedur ini biasanya dilakukan jika PSA tidak berhasil memperbaiki kondisi infeksi di ujung akar. Efek samping yang mungkin muncul ketika melakukan apikoektomi di antaranya:


- Infeksi gigi berulang.

- Kerusakan jaringan sekitar dan iritasi saraf di area akar.

- Bengkak dan pendarahan ringan pasca operasi.


3. Risiko Perawatan Apeksifikasi

Apeksifikasi merupakan perawatan ujung akar pada gigi yang belum tumbuh sempurna. Prosedurnya dilakukan dengan menutup ujung akar gigi yang tidak tertutup secara sempurna dengan tambalan. Perawatan ini biasanya dilakukan pada anak-anak atau remaja. Efek samping yang bisa muncul adalah:


- Kegagalan pembentukan ujung akar.

- Gigi mudah rusak dan fraktur.

- Gigi tanggal dan ompong.


4. Risiko Perawatan Pulpotomi

Pulpotomi adalah prosedur mengangkat sebagian jaringan pulpa yang terinfeksi, sambil mempertahankan pulpa sehat di saluran akar. Umumnya dilakukan pada gigi anak atau gigi permanen muda untuk mempertahankan vitalitas pulpa. Efek samping yang mungkin terjadi di antaranya:


- Nyeri dan gigi sensitif.

- Perubahan warna gigi.

- Kebocoran restorasi dan infeksi gusi.

- Gigi patah dan tanggal.


Komplikasi Setelah Perawatan Saluran Akar

Tak dapat dipungkiri, komplikasi bisa terjadi setelah tindakan hingga beberapa bulan kemudian. Komplikasi apa saja dan mengapa itu terjadi? Simak penjelasannya!


- Infeksi Berulang

Hal ini dapat terjadi jika tambalan atau restorasi bocor. Bakteri akan masuk dan menimbulkan peradangan hingga infeksi.


- Fraktur atau Gigi Retak

Gigi yang sudah kehilangan pulpa cenderung lebih rapuh. Tanpa perlindungan seperti crown, risiko gigi retak meningkat, terutama saat mengunyah makanan keras.


- Gigi Tanggal dan Ompong

Jika perawatan saluran akar gagal, infeksi dapat semakin parah dan merusak jaringan penyangga gigi. Akibatnya, gigi bisa menjadi goyang dan pada akhirnya lepas, sehingga Anda kehilangan gigi.


Cara Meminimalisasi Risiko Perawatan Akar Gigi

Biaya perawatan akar gigi bervariasi tergantung jumlah gigi rusak, tingkat kerusakan, dan lokasi penanganannya. Secara umum, biayanya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp1.500.000 per gigi. Untuk memastikan hasil perawatan tersebut optimal serta mengurangi risiko dan efek samping setelah perawatan saluran akar, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:


- Pilih dokter gigi yang kompeten dan berpengalaman di bidang endodontik.
- Ikuti seluruh instruksi pasca tindakan.
- Kembali ke klinik untuk pemasangan mahkota bila dianjurkan.
- Lakukan kontrol berkala untuk memantau kondisi gigi.


Jika gigi yang terinfeksi sudah tidak dapat diselamatkan, solusi untuk cabut gigi mungkin menjadi pilihan terbaik. Setelah itu, Anda dapat mengganti gigi yang hilang dengan implan gigi untuk hasil yang paling stabil dan menyerupai gigi asli.

Terakhir diperbarui : 10 December 2025

0 Comment

Comment
0 / 1000

Nama

Email

No Comments yet

Be the first to give a comment

Lokasi Klinik

clinic mobile banner
Pakubuwono

Jl. Pakubuwono VI-71 Blok E.1 RT. 11 RW. 2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Menteng

Jl. K.H. Wahid Hasyim No.47, Gondangdia, Jakarta Pusat

Kelapa Gading

Jl. Boulevard Barat, Ruko Inkopal Blok C no. 77-78, Kelapa Gading, Jakarta Utara

PIK

Ruko Metro Gallery, Jl. Pantai Indah Utara 2 Blok.8 No. CE, Penjaringan, Jakarta Utara

Puri

Komplek Ruko Sentral Niaga Puri Indah, Jl. Puri Molek B1 Blok T6, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kembangan, Jakarta Barat 11610

Gading Serpong

Ruko Mendrisio, Jl. Boulevard iL Lago, BSD Raya Utama No.26 & 27, Serpong, Banten 15332

Surabaya

Jl. Indragiri No.48-A, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya

Bandung

Paskal Hyper Square, Jl. Pasir Kaliki No.25-27 Blok A-38, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung

Bali

Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361