Tanam Gigi
Toggle Bar
Home

>

Articles

>

Kesehatan Gigi dan Mulut

>

Di Umur Berapa Gigi Tidak Bisa Tumbuh Lagi?

Di Umur Berapa Gigi Tidak Bisa Tumbuh Lagi?

Tidak seperti kehilangan gigi pada masa anak-anak, gigi ompong di usia dewasa akan cenderung menjadi masalah. Hal ini tentunya disebabkan karena kita mengetahui bahwa gigi anak-anak yang hilang akan tumbuh lagi. Berbeda halnya pada orang dewasa yang mungkin sudah mengalami gigi lepas atau copot dan berganti dengan gigi baru.

Kondisi gigi ompong pada orang dewasa cenderung berpengaruh penampilan dan rasa percaya diri seseorang. Tidak hanya itu, kehilangan gigi juga mengganggu fungsi kunyah, serta bicara. Namun, sebenarnya apa alasan gigi orang dewasa tidak bisa tumbuh lagi? Lalu, sejak usia berapa gigi berhenti mengalami pertumbuhan.

Untuk memahami hal ini, Anda perlu mengetahui bagaimana proses pertumbuhan gigi manusia sejak masa anak-anak hingga dewasa.

Siklus Pertumbuhan Gigi Manusia

Manusia umumnya mengalami dua siklus pertumbuhan gigi, yaitu pertumbuhan gigi susu dan gigi permanen. Gigi susu mulai tumbuh saat bayi berusia sekitar 6 bulan dan biasanya sudah lengkap berjumlah 20 gigi pada usia 2,5–3 tahun.

Lalu, ketika anak-anak berumur 6–12 tahun, gigi susu mereka mulai tanggal dan digantikan dengan pertumbuhan gigi permanen. Berbeda dengan gigi susu, gigi permanen normalnya berjumlah 32 gigi, termasuk 4 gigi bungsu.

Sementara itu, gigi bungsu biasanya mulai tumbuh pada usia 17–25 tahun. Jumlah gigi permanen ini secara alami menyesuaikan fungsi dan perkembangan rahang orang dewasa. 

Meskipun gigi permanen dirancang untuk bertahan seumur hidup, ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan gigi lepas seiring bertambahnya usia. Beberapa di antaranya adalah cedera atau trauma, kebersihan mulut yang kurang terjaga, faktor genetik, serta kondisi kesehatan gigi dan gusi.

Perlu diketahui, ketika gigi permanen sudah lepas atau dicabut, gigi tersebut tidak dapat tumbuh kembali secara alami, berapapun usia Anda saat mengalaminya.

Mengapa Gigi Tidak Bisa Tumbuh Lagi?

Berikut beberapa alasan mengapa gigi permanen yang tanggal atau dicabut tidak bisa tumbuh kembali secara alami:

1. Tidak Ada Benih Gigi Ketiga

Saat gigi susu tanggal, benih gigi permanen yang berada di dalam tulang rahang akan berkembang dan tumbuh menggantikannya. Setelah gigi permanen tumbuh, maka tidak ada lagi cadangan gigi yang tersedia untuk menggantikan gigi lepas ataupun dicabut.

2. Sel Pembentuk Gigi Tidak Lagi Aktif

Sel-sel yang berperan dalam proses pembentukan gigi akan berhenti aktif setelah perkembangan gigi selesai. Proses pembentukan gigi atau odontogenesis melibatkan interaksi kompleks antara berbagai jenis sel dan faktor genetik.

Pada manusia, proses ini secara alami hanya terjadi dalam dua tahap, yaitu pembentukan gigi susu dan gigi permanen. Berbeda dengan beberapa jenis hewan yang mampu menumbuhkan gigi berkali-kali sepanjang hidupnya, manusia tidak memiliki mekanisme regenerasi gigi serupa.

3. Agenesis Gigi

Agenesis gigi adalah kondisi genetik dimana seseorang tidak memiliki benih gigi permanen. Sehingga, ketika seseorang yang kehilangan gigi susunya tidak bisa mengganti secara alami. Berdasarkan National Library of Medicine, kondisi agenesis gigi terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

- Hipodonsia; kehilangan 1-6 gigi.

- Oligodontia; kehilangan lebih dari 6.

- Anodontia; kehilangan seluruh gigi.

Solusi Gigi yang Tidak Bisa Tumbuh Lagi

Ketika gigi permanen lepas ataupun dicabut, dan tidak dapat tumbuh lagi, Anda dapat menggantinya dengan gigi tiruan. Pada dasarnya, terdapat tiga jenis gigi tiruan:

1. Gigi Palsu Lepasan

Gigi tiruan yang dibuat mengikuti bentuk gigi dan gusi pasien serta dapat dilepas dan dipasang kembali secara mandiri. Terdapat beberapa jenis gigi palsu lepasan yang dibedakan berdasarkan bahan pembuatannya.

2. Dental Bridge

Pemasangan crown gigi berbentuk ‘jembatan’ dengan memanfaatkan gigi di sebelahnya sebagai penyangga. Prosedur ini umumnya memerlukan pengikisan gigi penyangga agar crown dapat dipasang. 

3. Implan Gigi

Perawatan untuk menggantikan akar dan mahkota gigi yang hilang dengan menanamkan sekrup titanium ke dalam tulang rahang. Selanjutnya, di atas implan akan dipasangkan crown sebagai pengganti mahkota gigi.

Di antara ketiga pilihan tersebut, implan gigi dapat menjadi pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang dengan hasil yang menyerupai gigi asli, baik dari segi tampilan maupun fungsi mengunyah. Karena prosesnya yang ditanamkan ke tulang rahang, sehingga tidak memerlukan pengikisan gigi sehat di sebelahnya sebagai penyangga.

Jika Anda kehilangan satu, beberapa gigi, hingga seluruh gigi permanen, Anda bisa mempertimbangkan perawatan implan gigi di Tanam. Dengan dukungan tim dokter gigi spesialis dan teknologi digital, Tanam membantu merencanakan perawatan implan sesuai kondisi gigi dan tulang rahang Anda.

Teknologi yang digunakan Tanam juga mendukung prosedur pemasangan implan dengan lebih terencana dan minim bedah*. Untuk tau informasi lebih lanjut, segera book konsultasi di Tanam via WhatsApp!


Terakhir diperbarui : 06 November 2026

0 Comment

Comment
0 / 1000

Nama

Email

No Comments yet

Be the first to give a comment

Lokasi Klinik

clinic mobile banner
Pakubuwono

Jl. Pakubuwono VI-71 Blok E.1 RT. 11 RW. 2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Menteng

Jl. K.H. Wahid Hasyim No.47, Gondangdia, Jakarta Pusat

Kelapa Gading

Jl. Boulevard Barat Raya Kav. 64, blok LC 7, RT.13/RW.7, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara

PIK

Ruko Metro Gallery, Jl. Pantai Indah Utara 2 Blok.8 No. CE, Penjaringan, Jakarta Utara

Puri

Komplek Ruko Sentral Niaga Puri Indah, Jl. Puri Molek B1 Blok T6, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kembangan, Jakarta Barat 11610

Gading Serpong

Ruko Mendrisio, Jl. Boulevard iL Lago, BSD Raya Utama No.26 & 27, Serpong, Banten 15332

Surabaya

Jl. Indragiri No.48-A, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya

Bandung

Paskal Hyper Square, Jl. Pasir Kaliki No.25-27 Blok A-38, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung

Bali

Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361