Walaupun dikenal sebagai perawatan gigi yang kompleks, implan gigi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Terlebih lagi, dengan adanya perencanaan digital dan pemasangan implan dipandu Implant Aligner (surgical-guide), proses implan gigi sudah bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Pemasangan implan gigi juga bisa dilakukan untuk berbagai kalangan. Meski demikian, ada beberapa risiko yang bisa terjadi apabila proses implan gigi tidak direncanakan dan dilakukan dengan tepat. Karena itu, mari simak artikel berikut ini untuk mendapatkan perawatan implan gigi yang sesuai kondisi tulang serta kesehatan pasien.
Golongan yang Tidak Boleh Pasang Implan Gigi
Syarat utama seseorang bisa melakukan implan gigi adalah memiliki tubuh dan tulang rahang yang sehat. Sebelum tindakan dilakukan, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan implan dapat menyatu dengan baik pada tulang rahang.
Namun, ada beberapa kondisi yang membuat pemasangan implan gigi memiliki risiko lebih tinggi sehingga perlu dipertimbangkan dengan sangat hati-hati atau bahkan ditunda, seperti:
- Leukemia atau gangguan darah tertentu
- Osteoporosis berat
- Penyakit jantung aktif
- Kehamilan
- Perokok aktif
- Diabetes tak terkontrol
Kondisi-kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan, menghambat proses penyembuhan, dan mengurangi keberhasilan penyatuan implan dengan tulang rahang (osseointegrasi).
Sementara itu, penderita diabetes masih dapat menjalani implan gigi selama kadar gula darah terkontrol dengan baik dan mendapat persetujuan dari dokter yang merawat. Kontrol kesehatan yang baik sangat penting untuk membantu proses penyembuhan dan meningkatkan keberhasilan perawatan implan gigi.
Risiko yang Bisa Terjadi
Apabila implan gigi dilakukan pada pasien dengan kondisi medis tertentu tanpa evaluasi dan persiapan yang tepat, risiko komplikasi dapat meningkat. Berikut beberapa risiko yang dapat terjadi:
1. Infeksi gusi tidak kunjung membaik
Pada pasien dengan daya tahan tubuh yang menurun, seperti penderita leukemia, gangguan darah tertentu, atau diabetes yang tidak terkontrol, proses penyembuhan luka dapat berjalan lebih lambat. Luka pada area pemasangan implan menjadi lebih mudah terinfeksi, sehingga muncul nyeri, bengkak, atau peradangan yang tidak kunjung reda.
2. Kerusakan saraf
Pada pasien dengan osteoporosis berat umumnya tidak memiliki kualitas dan ketebalan tulang rahang yang cukup optimal untuk pemasangan implan. Hal ini dapat membuat pemasangan implan terlalu dekat dengan saraf yang menyebabkan gangguan saraf, seperti rasa kebas, kesemutan, atau nyeri pada bibir, dagu, maupun lidah.
3. Meningkatnya risiko komplikasi medis
Penyakit jantung yang masih aktif atau belum terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi selama maupun setelah prosedur, seperti gangguan tekanan darah, nyeri dada, atau masalah kardiovaskular lainnya.
Sementara itu, pada ibu hamil, tindakan implan gigi umumnya ditunda karena dokter cenderung menghindari prosedur elektif, penggunaan obat-obatan tertentu, serta pemeriksaan radiografi yang tidak mendesak demi menjaga keamanan ibu dan janin.
4. Penolakan implan pada tubuh
Kondisi tubuh yang tidak sehat, kualitas tulang yang kurang baik, kebiasaan merokok, atau diabetes yang tidak terkontrol dapat mengganggu proses osseointegrasi, yaitu proses penyatuan implan dengan tulang rahang. Akibatnya, implan tidak dapat tertanam secara stabil, menjadi longgar, atau bahkan mengalami kegagalan dan perlu dilepas kembali.
Pemasangan Implan Gigi di Tanam

Bagi Anda yang ingin mengatasi gigi ompong dengan implan gigi, kondisi kesehatan tubuh dan tulang rahang perlu diperhatikan dengan baik sebelum perawatan dilakukan. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting untuk memastikan implan dapat dipasang dengan aman dan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.
Di Tanam, Dental Implant Center di Indonesia sudah menerapkan metode digital implant. Sebelum implan gigi, kondisi rahang pasien akan diperiksa secara detail dengan scan CBCT untuk mendiagnosa dan membuat rencana perawatan yang akurat, memastikan kepadatan tulang rahang pasien aman dipasang implan.
Selain pemeriksaan rahang, kondisi kesehatan umum juga akan dievaluasi, termasuk pengecekan kadar gula darah dan tekanan darah (tensi). Langkah ini penting untuk memastikan tubuh berada dalam kondisi yang cukup baik untuk menjalani prosedur implan dan mendukung proses penyembuhan setelah tindakan.
Tanam sudah memasang lebih dari 70.000 implan yang ditangani tim dokter gigi spesialis dari lulusan universitas ternama Indonesia dan luar negeri. Jika Anda ingin mengetahui apakah kondisi tubuh dan tulang rahang Anda aman untuk pemasangan implan gigi, segera jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp!
0 Comment
No Comments yet
Be the first to give a comment
Mungkin Anda Suka
Lokasi Klinik
Jl. Pakubuwono VI-71 Blok E.1 RT. 11 RW. 2, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jl. K.H. Wahid Hasyim No.47, Gondangdia, Jakarta Pusat
Jl. Boulevard Barat Raya Kav. 64, blok LC 7, RT.13/RW.7, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara
Ruko Metro Gallery, Jl. Pantai Indah Utara 2 Blok.8 No. CE, Penjaringan, Jakarta Utara
Komplek Ruko Sentral Niaga Puri Indah, Jl. Puri Molek B1 Blok T6, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ruko Mendrisio, Jl. Boulevard iL Lago, BSD Raya Utama No.26 & 27, Serpong, Banten 15332
Jl. Indragiri No.48-A, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya
Paskal Hyper Square, Jl. Pasir Kaliki No.25-27 Blok A-38, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung
Jl. Sunset Road No.105, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361